Screenshot_3

JAKARTA — Untuk Anda yang sehat, puasa malah baik untuk kesehatan. Terkecuali memanglah keharusan jadi seseorang Muslim, puasa dapat buat kembali fresh mensucikan hati, fikiran juga badan.

Namun puasa mungkin saja beresiko untuk pasien diabetes atau sering dimaksud diabetesi. Menurut Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) lokasi Jakarta, Prof Dr dr Mardi Santoso, DTM&H, Sp. PD-KEMD, FINASIM, FACE, menerangkan untuk diabetes, puasa bukanlah buat gulanya turun, namun malah jadi naik. Ini karna sekresi gula di hati bertambah pada malam hari. Bagaimana puasa yang aman untuk mereka pasien diabetes?

Menurut dia, kelainan pada pasien diabetes memanglah bertambah produksi gulanya waktu puasa. Pada orang normal tidak berlangsung, namun pada pasien diabetes itu dapat berlangsung. Ini karna glukosa di keluarkan hati terlalu berlebih. Bila tidak makan keperluan kalori pasien dipenuhi oleh glukosa yang ada dihati. “Diabetes ini aneh tingkatkan kandungan gula waktu puasa atau tidak makan, ” tuturnya di sela acara Program Edukasi ”Pentingnya Deteksi Awal serta Mencegah Prediabetes, di Jakarta, sekian waktu lalu.

Ia menyampaikan supaya puasa Ramadhan aman untuk diabetes, baiknya tetaplah makan tiga kali satu hari walau waktu puasa. Makan dikerjakan waktu sahur, berbuka serta selesai tarawih. ”Selama puasa tidak jadi masalah. Baiknya waktu pagi sahur cukup. Sahur janganlah kurang dari dua per tiga jumlah yang dikonsumsi satu hari, ” tuturnya.

Ia merekomendasikan baiknya makan sahur dikerjakan waktu mendekati imsak. Janganlah sangat jauh pada makan pagi atau sahur dengan jarak imsak. Karna biasanya orang sahur, lalu tidur lagi. “Pasien diabetes biasanya sudah mengetahui karna telah diberi tahu, ” imbuhnya.

Lalu makan dilanjutkan waktu berbuka puasa. Lantas setelah tarawih makan lagi, dapat makan makanan ringan besar umpamanya mi. Tidak jadi masalah terkecuali ada komplikai lain. “Makan tetaplah tiga kali. Waktu buka, malam hari serta sahur. Cukup, ” katanya.

sumber : REPUBLIKA. CO. ID,